Minggu, 02 November 2014



Asa...

Ku lihat seberkas cahaya harapa terpancar dari matamu
Mengisyaratkan bahwa kau mampu tuk bertahan
Ku tatap indahnya senyumanmu
Pertanda bahwa tak ada masalah yang tak bisa kau hadapi

Entah aku yang salah, menerjemahkan semua
Tingkah laku yang kau buat,
Setiap kalimat yang kau tulis dengan jari-jari kecilmu
Seakan kau menanggapi, apa yang ku perbuat...

Atau memang ku yang terlalu berharap
Akan indahnya masa depan
Yang akan kulewati bersamamu

Sekarang semua terasa jelas
Akan semua yang tlah terjadi

Ku harap ini semua hanya mimpi
Dan setelah ku bangun nanti
Semuanya akan hilang dan pergi
Dan ku berharap tak kan pernah kembali lagi...
Poetry


Ketika kita ingin melihat indahnya dataran
Maka jangan takut untuk mendaki curamnya tebing untuk mencapai gunung
Karena dataran akan terlihat lebih indah jika dilihat dari gunung yang tinggi

Ketika kita ingin melihat pesona dari air terjun
Maka jangan takut untuk menyusuri lebatnya hutan
Karena air terjun akan terlihat lebih indah setelah kita berjuang untuk menemuinya

Tanpa perjuangan keindahan, kesuksesan, kegembiraan akan terasa hambar
Karena sesungguhnya keindahan, kesuksesan, kegembiraan, kebahagiaan, akan terasa nikmat setelah kita lewati lelahnya perjuangan untuk menggapinya

Jika kau tidak mau untuk mendaki melewati tebing, jangan harap kau akan menikmati indahnya dataran...
Dan jika kau tak mau untuk menyusuri lebatnya hutan, maka jangan harap kau dapat memandangi dan merasakan pesona dari sang air terjun...

Apa yang kamu lakukan, adalah apa yang kamu inginkan
Dan apa yang kamu inginkan, itulah pilihan yang telah kau buat...

That is what I mean...


Kisahku
Suatu ketika di sebuah ruangan yang penuh akan manusia, tapi entah mengapa pandanganku hanya tertuju padanya. Dia mengenakan hijab putih yang terlihat anggun bila dipandang. Kemudian, ketika aku memandanginya tak kusadari semua orang berhamburan mendekat ke kaca dekat dengan tempat dudukku melihat seorang wanita sedang melantunkan sebuah lagu di sebuah panggung mini. Aku pun ikut menerawang dari kaca jendela, tanpa kuduga dan ku sadari, dia yang tadinya ku pandangi berada di belakangku dan membuat hati ini begemuruh tak menentu. Seketika ia bertanya kepadaku, “Wanita yang bernyanyi itu cantik ya?(dengan suara lirih)”, aku terdiam tak bersuara dan tak sempat menjawab pertannya, yang kulakukan hanya tersenyum seadannya kepadanya. Padahal bukan itu yang sesungguhnya ingin akau lakukan saat itu. Bila waktu dapat berputar kembali aku sesungguhnya ingin mengatakan, “Kamu sungguh lebih cantik dari pada dia, bukan hanya parasmu tapi juga tingkah lakumu” . To be continue...hehehe